Wednesday, March 19, 2008

Dalam kebuntuan, Allah kasih jalan

Hari-hari yang berat dan penuh perjuangan harus aku lalui saat masih kuliah di salah satu Politeknik negeri terkenal di Jawa Timur dulu। Bayangin aja tahun 1997 masuk Poltek, aku cuma dikirimin 50 ribu tiap bulan untuk hidup jauh dari orang tua menyelesaikan kuliahku. Belum lagi beli rokok, makan, dan kebutuhan yang lain. Ditambah krisis moneter yang menghantam sendi-sendi kehidupan bangsa ini termasuk mahasiswa seperti aku ini. Untung kota tempat aku kuliah ini bukanlah tempat yang semahal kota-kota lainnya kalau soal isi perut. Tahun kedua nambah jadi 100 ribu per bulan, sampai di tahun ketiga jadi 150 per bulan. Allahu Akbar! 3x Aku tidak percaya dengan uang cuma segitu selesaikan kuliahku. Bahkan lulus paling awal di antara semua jurusan yang ada di Poltek setelah melalui ujian Tugas Akhir dengan nilai A. Alhamdulillah Allah Akbar! 3x. Tapi ujian tidak berhenti sampai di situ saja. Selepas lulus dari Poltek, aku tak kunjung dapat pekerjaan, karena selalu keok di wawancara bahasa inggris. Alhasil aku terpaksa jadi pengacara alias pengangguran banyak acara yang tidak jelas dapat uang kiriman lagi. Karena orang tuaku memang sudah senin kemis untuk membiayai kuliahku. Yah maklum, aku memang berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja, tidak bergelimang kemewahan.

Dalam kebuntuan itu, alhamdulillah aku dapat ide untuk jadi freelance programmer, meskipun cuma bisa bahasa asembler dan pascal doank ditambah keahlian memegang solder dan timah. Targetnya adalah para mahasiswa-mahasiswa tehnik elektro tingkat akhir yang lagi ngerjain Tugas Akhir. Kebanyakan mereka ngerjain TA seputar microcontroler dan program khusus yang ada hubungannya dengan elektro. Jadi aku familiar dengan hal-hal yang begituan. Sampai-sampai dari Poltek sendiri banyak yang minta tolong dan akhirnya aku jadi keterusan. Yach.. lumayan setiap satu TA yang aku garap dapat imbalan 1,5 juta. Dan biasanya dalam 1 bulan aku bisa dapat paling banyak 3 TA terselesaikan. Karena program yang aku buat kebanyakan banyak yang punya kemiripan prosedur dan fungsinya, sehingga tinggal copy paste aja. Uang yang aku dapat dari bisnis ini sudah lebih dari cukup untuk beli rokok dan nasi pecel madiun satu truck. Bahkan aku bisa beli komputer sendiri yang sudah jadi impianku sejak dulu. Karena selama ini aku cuma numpang di komputer kawan, atau kalau nggak nongkrong di lab komputer kampus untuk ngerjain proyekku. Meskipun harus 3 hari 3 malam tidak memejamkan mata dan harus melototin layar hitam putih dan biru komputer bututku. Suatu hari ada mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang datang jauh-jauh untuk konsultasi TA-nya. Saya sampai heran darimana bisa tahu soal kerjaan aku ini? Akhirnya banyak dari mahasiswa perguruan tinggi lain yang datang dan terus menambah daftar antrian aku. Alhamdulillah Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berusaha dan sabar. Allah Maha Pemurah dan pemberi Rizki bagi umatnya yang mau berusaha dan berdo'a. Dari hasil ini aku bisa kasih kiriman uang buat orang tua di kampung, membantu adik-adikku kuliah, dan yang lain-lainnya.

Moment yang paling berkesan adalah ketika suatu hari ada seorang teman cewek sekampus datang kepada saya, terus dia minta tolong diselesaikan TA-nya tentang microcontroler. Padahal besok pagi TA itu harus diuji oleh dosen penguji. Saya kaget bukan kepalang, mana mungkin bisa selesai? Akhirnya dengan bahasa yang halus aku tolak baik-baik cewek ini, karena saya pikir ini "mission impossible". Tapi dia terus membujukku dengan iming-iming imbalan yang lebih dari yang lain. Dengan sangat terpaksa akupun tergoda dan semalaman aku kerjain program TA-nya dan paginya Alhamdulillah selesai meskipun cuma 80%. Namun besok paginya waktu ujian ternyata cewek ini lulus, malah dengan nilai A. Allahu Akbar... Akan tetapi setelah ujian, tiada kabar dari cewek ini kemana perginya. Bahkan sekedar ucapan terima kasihpun tidak ada. Ya sudahlah, saya cuma bisa sabar dan nrimo.

Setelah kejadian itu, datang lagi seorang cewek dari kelas yang lain. Kali ini dia sama sekali belum ada yang dikerjain dengan TA-nya. Boleh dibilang masih 1%, artinya dia datang cuma bawa Judul TA dan selembar gambar rangkaian elektronik TA-nya. Tapi masih mending, ujiannya masih 1 minggu lagi. Karena udah pengalaman peristiwa sebelumnya, akhirnya aku betul-betul menolaknya dengan baik-baik meskipun tawaran imbalan darinya begitu menggodaku. Akhirnya berhasil aku tolak, dan alhasil aku dengar kabar dia tidak ikut ujian dan terpaksa "terminal" dan menunggu 1 tahun berikutnya untuk ujian lagi. Itupun kalau dia masih niat lulus. Ya sudahlah, yang sudah terjadi, terjadilah.

Dalam keterlenaan aku bekerja sebagai freelance programmer membuat ketinggalan dan lupa untuk melamar pekerjaan di luar. Sampai akhirnya semua teman-teman se-angkatan sudah hilang semua entah kemana, aku baru tersadar. Bergegas aku selesaikan proyek TA terakhirku untuk menyusul mereka. Dengan bekal uang hasil jerih payahku selama ini akhirnya aku tinggalkan kota tempat aku kuliah dan mencoba berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Singkat cerita, akhirnya sekarang Alhamdulillah aku sudah lebih dari cukup dengan pekerjaan tetap aku sekarang yang tak jauh beda di bidang programming. Yang jelas aku bersyukur dalam kebuntuan hidup ini, Tuhan masih selalu bersama dan membukakan otakku sehingga kreatifitas dalam pikiranku muncul untuk memecahkan segala persoalan dan mencari rizki-Nya. Mudah-mudahan pengalamanku ini jadi masukan buat para pembaca semuanya yang sedang dililit masalah hidup yang berat. Yakinlah bahwa Allah selalu bersama umatnya yang mau berusaha, berdo'a, dan bersabar. Amin



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

0 Comments: