Wednesday, January 07, 2009

Stigma Fasisme Islam dari Bush

Source : http://swaramuslim.com/more.php?id=5746_0_1_0_M

Muslim AS Prihatin Pekan "Fasisme-Islam"
imageMengaitkan Islam dengan fenomena terorisme sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan luar negeri pemerintah AS sejak lima tahun silam. Kalau dulu terucap kata-kata Perang Salib dari mulut Presiden AS George W. Bush saat membuat pernyataan pasca tragedi teror 11 September AS, kini dari mulut yang sama terucap stigma "fasisme Islam" dan telah berdampak luas menyudutkan Islam demi menutupi kejahatan kejahatannya.

Masyarakat Muslim Amerika mengaku sangat prihatin atas digelarnya "Pekan Fasisme-Islam" di sejumlah perguruan tinggi di AS pekan ini. Proyek Kesadaran Terorisme, yang digagas David Horowitz, mensponsori pekan "kebencian' yang dimulai 22-26 Oktober ( terrorismawareness.org )

imageMenurut David Horowitz, event ini dirancang untuk menghadapi dua hal yaitu George Bush menciptakan 'perang teror' dan pemanasan global yang merupakan bahaya yang lebih besar bagi orang AS ketimbang ekstremisme. Namun para pemimpin muslim menilai event itu sengaja ditujukan pada mahasiswa muslim dari berbagai universitas serta menodai agama Islam karena membiarkan para tokoh anti-Islam untuk tur ke kampus-kampus dan membuat propaganda tentang kebencian Islam (Islamofobia).

Masyarakat Muslim AS mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kampanye 'kebencian' itu karena acara itu dinilai makin memperkokoh rasisme di negeri Paman Sam ini. Sayangnya, proyek yang digambarkan sebagai protes konservatif terbesar ini didukung banyak tokoh yang hanya memiliki satu pandangan saja tentang Islam. Salah satunya adalah Robert Spenser, yang menyebut Islam sebagai agama paling tidak toleran di dunia. Sekalipun selalu mengejek Islam, berbagai tulisannya yang anti-Islam tidak pernah dipublikasikan di media massa perguruan tinggi.

David Horowitz juga dikenal atas berbagai pernyataan yang rasis. Benish Shah, seorang peneliti untuk Emory Wheel di Emory University di Atlanta menilai Horowitz cenderung mengabaikan Islam. "Ia hanya tahu sedikit tentang Islam dan menggunakan pengetahuannya yang sedikit itu untuk menciptakan kemarahan, kebencian dan frustrasi,"ujarnya.

Sedangkan Gary Leupp, Profesor Sejarah dan Perbandingan Agama di Tufts University di Massachusetts, juga mengutuk pekan 'kebencian' itu. Menurutnya, salah satu prinsip utama Islam adalah kesetaraan antarsesama manusia. Ia juga mengecam penggunaan istilah 'fasisme-Islam" dan mempertanyakan keaslian kata itu. "Istilah fasisme-Islam yang digunakan Presiden Bush dalam pidatonya sangat bermasalah," tulis Leupp.

Bahkan sekalipun orang muslim yakin bahwa orang lain berhak untuk mengekspresikan perasaan dan opini, mereka yakin bahwa kebebasan seperti itu justru merupakan penghinaan. [islamonline/www.hidayatullah.com]

Horowitz & Islamo-Fascism Awareness Week




Stigma Fasisme Islam dari Bush
imageMengaitkan Islam dengan fenomena terorisme sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan luar negeri pemerintah AS sejak lima tahun silam. Kalau dulu terucap kata-kata Perang Salib dari mulut Presiden AS George W. Bush saat membuat pernyataan pasca tragedi teror 11 September AS, kini dari mulut yang sama terucap stigma "fasisme Islam" saat membuat pernyataan pasca isu penggagalan rencana peledakan pesawat rute Inggris-AS di Bandara Heathrow, London.

Stigma yang meluncur dari mulut presiden gila perang itu tak urung memancing reaksi keras dan kemarahan para tokoh dan ormas Islam di pelbagai penjuru dunia. Memang, gerakan teror dalam beberapa tahun terakhir banyak melekat pada kelompok-kelompok militan yang membawa-bawa nama Islam. Namun begitu, sebagaimana berulangkali ditegaskan oleh para ulama dan tokoh masyarakat Muslim sendiri di berbagai negara, kelompok-kelompok militan itu sebenarnya adalah komunitas yang kelahirannya justru tidak lepas dari peranan dinas-dinas rahasia Barat. Sebab itu, kelompok-kelompok militan yang gemar menebar kekerasan secara membabi pada dasarnya tidak mengakar pada Islam yang sejati.

Islam memiliki aturan dan kriteria yang cerdas, manusiawi, dan elegan di depan opsi damai dan perang. Aturan itu terformulasi dalam konsep keadilan, yaitu konsep yang sudah lama menjadi pegangan para pejuang Hezbollah Lebanon dalam berinteraksi dengan Zionisme sampai detik ini. Tanpa keadilan, perdamaian tidak akan pernah menemukan keindahan akan maknanya. Tanpa keadilan, perdamaian justru akan menyuguhkan pemandangan yang serba ironi.

Apa yang diperjuangkan Hezbollah adalah keadilan untuk hak dan martabat bangsanya yang selalu terancam ambisi Zionis. Sebab itu, betapapun sinisnya Barat dalam memandang Hezbollah, Eropa kini tidak berani menjatuhkan stigma teroris kepada Hezbollah sebagaimana yang dilakukan AS. Eropa sudah mencoret nama Hezbollah dari daftar teroris internasional.

Dalam pada itu, fasisme bukan monopoli komunitas Muslim. Buktinya adalah pembunuhan massal di Bosnia dan Rwanda. Meski kejahatan besar ini dilakukan oleh orang-orang Kristen, Dunia Islam tak pernah melontarkan wacana bertajuk fasisme Kristen. Dunia Islam bahkan tak pernah menggagas wacana fasisme Yahudi, meskipun setiap hari orang-orang Yahudi Zionis membantai rakyat Palestina.

Dengan demikian, stigmaisasi Bush pada kelompok perjuangan semisal Hezbollah dan Hamas bukanlah sesuatu yang lebih dari tindak provokasi untuk menghadang gerak maju gerakan keadilan Islam. Namun demikian, jelas absurd jika Bush mengharapkan stigmaisasi itu akan dapat menggoyang dan apalagi merobohkan popularitas Hezbollah di mata publik Arab maupun non-Arab. (IRIB)

Bush Speaks About Islamic Fascists


Tahukah anda ??
pasca 9/11 -Perkembangan Islam di Amerika sangat Pesat??


image image image image image image image image image image


Persekongkolan Blok Kafir terhadap Umat Islam
imageimageDalam artikel berikut ini akan kami sisipkan streaming wawancara NOI (Nation of Islam yg berbasis di Amerika) Mr. Louis Farakhan dengan Pdt. Jesse Jackson mengenai "Perang Salib" Bush Laknatullah sesungguhnya adalah memerangi Islam.

Pergolakan antara kebenaran dan kebatilan bermula sejak Iblis menolak perintah Allah SWT bersujud kepada Adam. Dia bersumpah untuk menyesatkan umat manusia, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas, karena mereka mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Karena, itulah perlawanan paling berat yang dialami oleh para nabi.
imageAllah SWT menjelaskan (yang artinya), "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) ...." ( Al-An'aam: 112).

Kemenangan bagi umat Islam adalah sunah yang bersifat aksiomatik apabila dipenuhi syarat-syaratnya. Amerika sedang memimpin kebatilan dunia untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Tetapi, "Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari." (An-Naml: 50).


Baca Lanjut di : Persekongkolan Blok Kafir terhadap Umat Islam


Umat Islam di AS
imageimageKaum minoritas muslim di dunia hari ini memiliki posisi yang khusus. Posisi ini disebabkan oleh esensi Islam yang anti kezaliman, pencinta keadilan, dan kemanusiaan. Kaum minoritas muslim hidup di tengah masyarakat minoritas yang bukan beragama Islam dan seringkali mendapatkan perlakuan sebelah mata dari pemerintah negara tempatnya berada. Nasib seperti ini dialami juga oleh kaum muslimin di AS.

Walaupun kaum muslimin merupakan kaum minoritas terbesar di AS, mereka tetap menghadapi berbagai masalah dan problema. Hingga kini belum ada data resmi jumlah bilangan umat Islam di AS, tetapi tetapi diperkirakan antara enam hingga 10 juta orang. Pemerintah AS selama ini selalu berusaha untuk menunjukkan sedikitnya populasi muslim di negaranya. Akan tetapi, kelompok dan tokoh-tokoh Islam AS dengan mengandalkan berbagai bukti dan dokumen, menyebutkan bahwa jumlah penganut agama Islam di AS sekitar 10 juta orang.

AS merupakan sebuah negara yang mempunyai sejarah yang relatif pendek dan karena itu, sejarah kehadiran Islam di negara ini juga tidak begitu panjang. Muslim pertama di AS adalah warga kulit hitam yang dibawa dari Afrika sebagai budak. Sebagian dari mereka telah kembali ke negara asalnya dan sebagian lagi berada di bawah tekanan dan penindasan para tuan kulit putih, sehingga beralih agama. Sejak akhir abad ke-19 dan selepas perang internal AS, di tengah warga kulit putih mulai muncul kecenderungan terhadap Islam. Pada awal abad ke-20, seiring dengan memuncaknya gerakan sosial dan sipil kulit hitam terhadap diskriminasi di AS, perhatian mereka terhadap agama Islam sebagai agama yang anti diskriminasi dan anti ketidakadilan menjadi semakin meningkat.

http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=5395_0_18_0_M




Islamo-Fascism Awareness

is

another crime of Islamophobia



Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.

0 Comments: